"Dia dikaitkan dengan profesi dia tentara, dia bisa menjaga keutuhan NKRI, organisasi solid," kata pengamat politik dari Soegeng Sarjadi Sindycate (SSS), Fadjroel Rachman usai diskusi politik di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/6).
Fadjroel mengatakan, padahal dengan sosok tegas yang ditampilkan justru akan membuat sebagian masyarakat ragu untuk memilih Prabowo dalam Pilpres 9 Juli mendatang. Masyarakat masih sedikit paranoid dengan sosok tentara jika jadi seorang pemimpin.
"Masyarakat tidak terlalu paham apa itu tegas. Tegas selalu dikaitkan dengan ketentaraan. Meski ada upaya menjelaskan ulang, ditambahkan menjaga keutuhan NKRI, menghadapi asing. Harusnya ini yang bisa dieksplor," jelasnya.
Dia menilai, sikap tegas yang ditampilkan justru merupakan kebalikan dari ketegasan yang tak lain kurang tegas. "Sikap yang tegas dalam pidato, deklarasi damai, sikap itu muncul dari ketidaktegasan," ujarnya.
Dia menambahkan sikap tegas yang ditampilkan belum tentu dapat menunjukkan ketegasan dalam arti taat pada peraturan. Bahkan bisa jadi akan melawan aturan.
"Tegas dan kejam. Belum mengeksploitir tegas patuh pada aturan," katanya.


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam id libero non erat fermentum varius eget at elit. Suspendisse vel mattis diam. Ut sed dui in lectus hendrerit interdum nec ac neque. Praesent a metus eget augue lacinia accumsan ullamcorper sit amet tellus.
